Minggu, 04 Desember 2016

Di KTP Ibu Rumah Tangga Faktanya Tulang Punggung Keluarga


Doc.Oxegen

Bicara pengarusutamaan gender (PUG), adalah bicara kebijakan dan program dalam upaya memperkecil kesenjangan gender itu sendiri yang terjadi diberbagai sektor kehidupan. Bagaimana sebuah kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan saat ini dan akan datang. Bagaimana hal tersebut dapat menintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pada seluruh kebijakan dan program pembangunan nasional.
Sebagaimana kita pahami bahwa gender merupakan konstruksi sosial dan masyarakat tentang peran laki-laki dan perempuan. Gender acapkali dikaitkan dengan pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki-laki dan perempuan menurut norma, adat, kepercayaan, tradisi masyarakat. Ketika konstruksi sosial tersebut telah dibangun dan hidup sehingga akan menjadi kodrat yang sulit dirubah. Maka terciptalah pembagian peran laki-laki dan perempuan yang bersifat operasional. Laki-laki berperan diwilayah publik, dianggap produktif, maskulin dan pencari nafkah utama.
Sementara perempuan diposisikan diwilayah domestik dengan peran reproduktif, feminim dan pencari nafkah tambahan. Terbentuknya stereotipe peran gender telah merasuki pikiran kebanyakan kita. Perempuan dianggap lemah, tidak kompeten, tergantung, irasional, emosional, dan penakut. Sebaliknya laki-laki dianggap kuat, mandiri, rasional, logis, dan berani.

Perempuan bersuami sering mencantumkan pekerjaannya di KTP sebagai ibu rumah tangga (IRT), dan suaminya meskipun menganggur tetap mencantumkan – wirausaha, sebagai tulang punggung keluarga.
Seperti halnya ibu-ibu yang berkumpul di bawah pohon ini. Teduhnya pohon telah mereka sulap menjadi pasar dadakan. Pasar dadakan yang ada di kecamatan pedalaman Kalimantan ini, sekilas seperti tempat kumpul-kumpul, bercengkrama saja, menjaga anaknya sambil menunggu suami pulang kerja. Tapi siapa yang menduga mereka sedang bekerja. Menjual ikan hasil tangkapan atau membeli dari pasar induk. Ada juga yang menawarkan jasa membersihkan ikan yang upahnya dihitung perkilogram atau pertakar.
Selain ikan, ada sayur mayur hasil kebun dan tanaman pekarangan juga digelar disitu. Beberapa diantaranya menawarkan telur itik Alabio hasil ternak. Tidak hanya itu sambil menjaga jualannya tangan trampil mereka menganyam bakul untuk dijual di pasar kerajinan setiap minggunya.
Hasil usahanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, uang jajan anak sekolah dan membelikan rokok sang suami. Faktanya ibu rumah tangga ini telah menjalani peran sebagai tulang punggung keluarga bahkan kepala keluarga.
Kesenjangan gender tersebut hanya secuil dari gambaran sesungguhnya. Apalagi bila kita lihat dan masuk ke berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Sebutlah bidang pendidikan masih tampak jelas perbedaan kesempatan antara laki-laki dan perempuan meraih pendidikan tinggi. Bidang politik ketimpangan tersebut juga masih terlihat pada anggota legislative dan jabatan publik. PNS yang menduduki jabatan eselon  III hingga eselon I cuma berapa persen.
Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia. Baik dalam rumah tangga, masyarakat bahkan negara. Pengarusutamaan gender terlahir dari kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dn evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan.

Pengarusutamaan gender bertujuan untuk memastikan apakah perempuan dan laki-laki memperoleh akses yang sama sebagai sumberdaya pembanguan, berpartisipasin yang dalam proses pembanguan termasuk pengambilan keputusan, mempunyai control yang sama atas sumberdaya pembangunan serta memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembanguan. (WTA)

Minggu, 27 November 2016

Berguru Islam Ramah kepada Sikap Gus Mus





KH.Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus, seorang ulama panutan di negeri ini. Beliau adalah Kiayi Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang yang juga Rais Syuriah PBNU. Namun bukan karena itu belakangan beliau ramai dibicarakan. Melainkan sikap beliau menanggapi hinaan lewat cuitan “Bid’ah ndasmu!”
Cuitan yang datang dari karyawan kontrak di PT Adhi Karya, Pandu Wijaya, membuat sang Komisaris Utama Fadjroel Rachman, menyampaikan permohonan maaf.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda,’ tulis Gus Mus sambil menyertakan emoticon senyum. Bahkan Gus Mus memohon kepada Fadjroel agar Pandu tidak dipecat. Karena saat itu memang banyak netizen yang menyerukan agar Pandu diberhentikan dari pekerjaannya.
Gus Mus hanya berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga. Beliau meminta agar orang tidak mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.
“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu, jangan buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” ucapnya.
Sikap beliau yang arif, bahasa yang lembut, lapang dada, pemaaf, dan bijaksana dinilai mencerminkan Islam yang sesungguhnya. Islam yang rahmatan lil’alamin. Islam yang ramah bukan marah.

 Beragama itu mengikat tapi tidak menjerat
Beragama itu membalut tapi tidak membelit
Beragama itu menghangatkan tapi tidak membakar
Aturannya tegas tapi tidak keras,
Tindakannya ramah bukan marah



Islam adalah agama beradab yang membawa rahmat bagi sekalian alam. Rasulullah SAW, Sang Pembawa risalah diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Sejarah telah penuh dengan catatan konflik. Beratus-ratus tahun tiada henti-hentinya pertikaian antar agama. Aliran yang satu dengan aliran yang lain saling menyalahkan. Bila saja keangkuhan diri dan merasa paling benar sendiri dapat dihentikan. Sehingga kita tidak tertipu oleh kepentingan nafsu.

Menjadi tugas kita melanjutkan perjuangan Rasulullah, yang telah membawa Islam sebagai agama peradaban. Menegakkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta alam, bukan agama yang menebar teror dan kebencian dalam kehidupan. Islam memang agama yang lembut walau tidak lembek. Lembut tapi tegas. Tegas tapi tidak keras. Agama yang membawa misi yang jelas dan tegas.

Islam kita yakini sebagai agama yang sempurna. Agama dengan segala sistem peradaban yang dibawanya ke muka bumi, dan telah teruji memiliki daya adaptasi yang sangat sempurna. Islam turun untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. Untuk seluruh umat manusia apa pun suku, agama, ras, bahasa, warna kulit, warna mata, rambut, strata, kedudukan, darah merah atau darah biru, tuan dan hamba dan apapun dengan segala perbedaannya.

Sistem ini telah berhasil berkembang lintas realitas sosial dan kemanusiaan dengan naluri berketuhanan sebagai  fitrahnya.

Islam adalah Agama yang lurus dan benar, itu berarti agama ini dalam praktiknya tidak akan menimbulkan masalah dalam hidup dan kehidupan. Agama yang berjamaah dan bersatu. Persatuan akan terpelihara jika anggotanya tidak saling menyalahkan. Tidak merasa benar sendiri. Persatuan rentan akan perpecahan oleh sikap dan pandangan sempit pengikutnya.

Pandangan dan sikap ketidakhati-hatian yang melahirkan praktik pengkafiran, pemusyrikan, pembid’ahan, upaya menanamkan keraguan, menebar kebencian dan ketakutan antar sesama umat.

Islam menghendaki pemeluknya berbuat baik kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. Islam tidak menghendaki pemeluknya berbuat kerusakan di muka bumi.
           
Islam agama yang mengajarkan kedamaian, cinta-kasih bukan kebencian. Agama yang tidak hanya membawa kebaikan bagi umatnya tetapi juga bagi umat yang lain. Agama yang ramah bukan pemarah. Ini yang banyak dirindukan.


Hari ini kita boleh berbangga. Di hari guru ini kita menemukan sosok guru yang berhasil memberi teladan tentang bagaimana Islam ramah itu dipraktikkan.  Islam ramah yang menjadi perilaku pemeluknya dalam kehidupan. Semoga kita dapat berguru Islam ramah pada sikap Gus Mus. Semoga! [wta]
Berguru Islam Ramah kepada Sikap Gus Mus









KH.Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus, seorang ulama panutan di negeri ini. Beliau adalah Kyai Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang yang juga Rais Syuriah PBNU. Namun bukan karena itu belakangan beliau ramai dibicarakan. Melainkan sikap beliau menanggapi hinaan lewat cuitan “Bid’ah ndasmu!”

Cuitan yang datang dari karyawan kontrak di PT Adhi Karya, Pandu Wijaya, membuat sang Komisaris Utama Fadjroel Rachman, menyampaikan permohonan maaf.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda,’ tulis Gus Mus sambil menyertakan emoticon senyum. Bahkan Gus Mus memohon kepada Fadjroel agar Pandu tidak dipecat. Karena saat itu memang banyak netizen yang menyerukan agar Pandu diberhentikan dari pekerjaannya.

"Janganlah, Dia sudah menyesal dan meminta maaf. Al-Musamih karim ...."

Gus Mus hanya berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga. Beliau meminta agar orang tidak mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.

“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu, jangan buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” ucapnya.


Sikap beliau yang arif, bahasa yang lembut, lapang dada, pemaaf, dan bijaksana dinilai mencerminkan Islam yang sesungguhnya. Islam yang rahmatan lil’alamin. Islam yang ramah bukan marah.






Islam adalah agama beradab yang membawa rahmat bagi sekalian alam. Rasulullah SAW, Sang Pembawa risalah diutus untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Sejarah telah penuh dengan catatan konflik. Beratus-ratus tahun tiada henti-hentinya pertikaian antar agama. Aliran yang satu dengan aliran yang lain saling menyalahkan. Bila saja keangkuhan diri dan merasa paling benar sendiri dapat dihentikan. Sehingga kita tidak tertipu oleh kepentingan nafsu.

Menjadi tugas kita melanjutkan perjuangan Rasulullah, yang telah membawa Islam sebagai agama peradaban. Menegakkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta alam, bukan agama yang menebar teror dan kebencian dalam kehidupan. Islam memang agama yang lembut walau tidak lembek. Lembut tapi tegas. Tegas tapi tidak keras. Agama yang membawa misi yang jelas dan tegas.

Islam kita yakini sebagai agama yang sempurna. Agama dengan segala sistem peradaban yang dibawanya ke muka bumi, dan telah teruji memiliki daya adaptasi yang sangat sempurna. Islam turun untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. Untuk seluruh umat manusia apa pun suku, agama, ras, bahasa, warna kulit, warna mata, rambut, strata, kedudukan, darah merah atau darah biru, tuan dan hamba dan apapun dengan segala perbedaannya.

Sistem ini telah berhasil berkembang lintas realitas sosial dan kemanusiaan dengan naluri berketuhanan sebagai  fitrahnya.

Islam adalah Agama yang lurus dan benar, itu berarti agama ini dalam praktiknya tidak akan menimbulkan masalah dalam hidup dan kehidupan. Agama yang berjamaah dan bersatu. Persatuan akan terpelihara jika anggotanya tidak saling menyalahkan. Tidak merasa benar sendiri. Persatuan rentan akan perpecahan oleh sikap dan pandangan sempit pengikutnya.

Pandangan dan sikap ketidakhati-hatian yang melahirkan praktik pengkafiran, pemusyrikan, pembid’ahan, upaya menanamkan keraguan, menebar kebencian dan ketakutan antar sesama umat.

Islam menghendaki pemeluknya berbuat baik kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. Islam tidak menghendaki pemeluknya berbuat kerusakan di muka bumi.
           
Islam agama yang mengajarkan kedamaian, cinta-kasih bukan kebencian. Agama yang tidak hanya membawa kebaikan bagi umatnya tetapi juga bagi umat yang lain. Agama yang ramah bukan pemarah. Ini yang banyak dirindukan.


Hari ini kita boleh berbangga. Di hari guru ini kita menemukan sosok guru yang berhasil memberi teladan tentang bagaimana Islam ramah itu dipraktikkan.  Islam ramah yang menjadi perilaku pemeluknya dalam kehidupan. Semoga kita dapat berguru Islam ramah pada sikap Gus Mus. Semoga! [wta]

Sabtu, 01 Oktober 2016

makna konsistensi

makna sebuah konsistensi


1.     Konsistensi seperti sebuah kekuatan mengandung kesabaran menyenangkan yang mampu mengantarkan seseorang pada posisi tertinggi.

2.     Konsistensi bagi penentang bagaikan sebuah sihir

3.     Konsistensi itu seperti teman setia dalam setiap urusan tidak ada kekhawatiran dan kekecewaan ketika melakukan proses apalagi terhadap hasil

4.     Konsistensi adalah jalan lurus menuju puncak kesuksesan atau kedudukan yang kokoh.

MAKNA KURIKULUM

makna kurikulum

 



KURIKULUM sering dimaknai dalam tiga konteks, yaitu kurikulum sebagai sejumlah mata pelajaran, kurikulum sebagai pengalaman belajar, dan kurikulum sebagai perencanaan program belajar.



mitos atau fakta ganti menteri ganti kurikulum
 


Apakah setiap ganti Menteri Pendidikan ganti pula Kurikulum?

Muncul beragam pertanyaan dari peserta diskusi mata kuliah yang saya ampu tentang apa yang telah terjadi dengan pengembangan kurikulum di negeri ini.
ð             Apakah tidak ada kajian sebelumnya terhadap penerapan Kurikulum 2006 yang berujung pada kesimpulan urgensi perpindahan kepada Kurikulum 2013?
ð             Bagaimana kita memaknai perubahan pada kurikulum, jenis perubahan yang diambil atau dilakukan, faktor penyebab perubahan, proses perubahan yang diambil, kesiapan semua pihak menerima perubahan sampai dampak dari perubahan? (baca Kurikulum Jelmaan: Transformasi Wajah Kurikulum)
ð             Apakah telah terjadi inkonsistensi alias tidak konsisten atau plin-plan (baca Kurikulum Plin-Plan: Implementasi Kurikulum Di Era Galau)?
ð             Bagaimana komitmen bersama telah dibangun? Apakah implementasinya tergesa-gesa serta tidak dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan berkelanjutan?
ð             Mengapa inkonsistensi penerapan kurikulum bisa terjadi? Bagaimana semestinya perkembangan dan pengembangkan kurikulum itu idealnya terjadi?

ð             Apakah setiap ganti Menteri Pendidikan ganti pula Kurikulum?

SOSOK KURIKULUM

sosok kurikulum


 


KURIKULUM merupakan sosok yang dapat dimaknai secara berbeda.
KURIKULUM dapat dicermati dalam tiga dimensi, yaitu: sebagai ilmu, sebagai sistem dan sebagai rencana.


INTI KURIKULUM

inti kurikulum

 


“Masyarakat dan Pekerjaan”
adalah dasar inti kurikulum
(Society Centered/Hollis Caswell)

Inti Kurikulum
Pengalaman berupa Kebutuhan
(Albertys, 1953)


CELA KURIKULUM 2013

cela kurikulum 2013






 


Apa yang akhirnya terjadi?


Kurikulum 2013 pun tak berhasil menyembunyikan celanya, maka keluarlah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 179342/MPK/KR/2014 tentang Penghentian Kurikulum 2013 bagi sekolah baru menerapkannya dalam satu semester. 

DASAR ISI KURIKULUM

dasar isi kurikulum











 


“Minat dan Kebutuhan Anak”
adalah dasar isi kurikulum
(Child Centered/Progesif)


meyakini atau meragukan kurikulum ideal











 



Apakah Anda termasuk kelompok yang meyakini
Kurikulum 2013 ideal dilaksanakan saat ini?
atau Anda tergolong pihak yang meragukan
dapat dilaksanakan sekarang
bahkan kapan pun?



Kehadiran Kurikulum 2013 semula diharap dapat mengatasi masalah dan kelemahan KTSP. 
inti teori kurikulum














 


“Kehidupan Manusia”
adalah inti dari teori kurikulum

(Franklin Bobbit) 
kontroversi kurikulum 2013
















 



Anda tentu mengetahui bahwa KTSP semula dielu-elukan lalu terkuak kelemahannya hingga menjadi dasar kebijakan pengembangan K13 (Kurikulum 2013).

Anda menyaksikan K13 begitu hangat dibicarakan hingga ditanggapi beragam hingga memunculkan kontroversi.
Lalu banyak yang meragukan namun

tidak sedikit yang mengharapkan.
sebuah definisi yang sering terlupakan











 


Inti Kurikulum|(core curriculum)
“Secara konseptual, kurikulum adalah perangkat pendidikan yang merupakan jawaban terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat” 
(Peter F. Oliva, 1982)


cara menemukan jawaban dibuku ini













 


Bila Anda mempertanyakan apakah pergantian kurikulum serta merta akan meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini?
Buku ini memiliki jawabannya